UM - Dosen Pemrograman Web Prodi Informatika Fakultas Ilmu Komputer melakukan persiapan intensif menjelang pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) yang berlangsung pada Senin (5/1/2026) hingga Jumat (9/1/2026).
Persiapan tersebut difokuskan pada penyelenggaraan ujian berbasis komputer di Laboratorium Komputer (Lab B) dengan sistem pengawasan ketat untuk meminimalkan penggunaan Generative AI.
Dengan dibantu laboran, Subur Anugerah, memimpin langsung proses persiapan teknis yang meliputi konfigurasi seluruh perangkat komputer, pengecekan server dan aplikasi ujian, optimalisasi jaringan, serta instalasi perangkat lunak pendukung. Seluruh unit komputer dipastikan berjalan stabil dan sesuai standar sebelum digunakan mahasiswa.
“Persiapan ini tidak hanya sebatas menyalakan komputer. Kami membangun sistemnya sejak awal, memastikan server stabil, jaringan aman, hingga pelaksanaan ujian yang membutuhkan pengawasan langsung oleh dosen,” ujar Subur.
Menurutnya, langkah ini diambil sebagai respons terhadap tren penggunaan Generative AI oleh mahasiswa dalam proses pembelajaran maupun pengerjaan tugas.
Berdasarkan evaluasi pembelajaran sebelumnya, ditemukan indikasi sebagian mahasiswa memanfaatkan AI secara instan dengan menyalin soal dan memperoleh jawaban dalam waktu singkat.
“AI seharusnya menjadi alat bantu belajar, bukan digunakan untuk berbuat curang. Karena itu, ujian kali ini dirancang untuk menguji pemahaman asli mahasiswa tanpa intervensi AI,” tegasnya.
Untuk mendukung tujuan tersebut, Laboratorium Komputer dipilih sebagai lokasi khusus pelaksanaan ujian. Selain memastikan pengawasan lebih optimal, kegiatan ini juga menjadi bagian dari eksperimen akademik dalam mengembangkan model ujian berbasis komputer yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Subur mengungkapkan bahwa proses instalasi dan konfigurasi sistem telah dilakukan sejak dua pekan sebelum ujian dimulai. Berbagai pengujian teknis dilakukan untuk mengantisipasi celah yang memungkinkan akses terhadap aplikasi berbasis AI.
“Persiapannya cukup detail karena ini pertama kalinya kami menerapkan ujian berbasis komputer tanpa AI secara penuh. Biasanya masih ada kelemahan, misalnya mahasiswa mencoba menggunakan platform AI alternatif,” jelasnya.
Dengan begitu, ia berharap akan memperkaya data AI alternatif apa saja yang biasa digunakan mahasiswa selain yang mainstream seperti chatGPT dan Gemini.
Melalui langkah ini, Laboratorium Fakultas Ilmu Komputer tidak hanya berperan sebagai fasilitas pendukung pembelajaran, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam menjaga integritas akademik.
Setelah pelaksanaan UAS selesai, evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk mengidentifikasi aspek yang perlu disempurnakan, sehingga sistem ujian berbasis komputer yang lebih aman, adil, dan berkualitas dapat terus dikembangkan di masa mendatang.