Web Analytics

Lab Komputer Uji Coba Peminjaman Aset via QR Code dengan SILAB Mulia

Diperbarui: 14 Nov 2025

UM - Era baru dalam pengelolaan fasilitas laboratorium telah dimulai. Pada hari Kamis (13/11/2025), Laboratorium Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Mulia menggelar uji coba sistem peminjaman dan pengembalian aset berbasis QR Code melalui platform inovatif, SILAB Mulia. 

Kegiatan ini menandai langkah besar dalam transformasi digital layanan laboratorium, menggantikan proses manual yang selama ini memakan waktu.

Uji coba ini melibatkan beberapa tahap krusial, mulai dari identifikasi aset hingga implementasi pemindaian. 

Dengan bantuan para siswa magang yang berdedikasi, tim laboratorium berhasil men-generate dan mencetak ratusan QR Code unik untuk setiap perangkat komputer.

"Setidaknya tercatat ada 207 perangkat yang kami identifikasi di berbagai laboratorium komputer. Kini, masing-masing dari perangkat tersebut memiliki identitas digitalnya sendiri melalui stiker QR Code yang ditempel," ungkap Kepala Laboratorium Komputer, Subur Anugerah, S.T., M.Eng., di sela-sela kegiatan.

Alur Peminjaman Modern: Pindai, Pakai, Lapor

Subur Anugerah menjelaskan bahwa prosedur baru ini dirancang untuk menjadi sangat sederhana dan efisien bagi pengguna.

"Prosesnya sangat mudah. Mahasiswa atau dosen cukup memindai QR Code pada perangkat yang akan digunakan menggunakan kamera ponsel mereka. Sistem akan otomatis mencatat peminjaman atas nama mereka," jelasnya. 

“Setelah selesai, pengguna wajib melapor kembali kepada laboran untuk proses verifikasi pengembalian.”

Namun, kemudahan ini datang dengan tanggung jawab. Pihak laboratorium menekankan pentingnya menjaga kondisi aset.

"Laboran akan memeriksa kondisi perangkat setelah dikembalikan. Ya, kami harus memastikan kondisinya harus dalam keadaan baik, sama seperti saat akan dipinjam," tegas Subur. 

Integritas dan kondisi aset menjadi prioritas utama untuk memastikan fasilitas dapat terus digunakan secara optimal oleh semua pihak.

Sanksi Edukatif untuk Ketertiban

Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah mengenai konsekuensi jika pengguna lalai melaporkan pengembalian. Pihak laboratorium telah menyiapkan mekanisme sanksi yang bersifat edukatif namun tegas.

"Bagaimana jika mahasiswa tidak melaporkan peminjaman telah selesai? Tentu ada sanksinya," ujar Subur. 

“Untuk pelanggaran pertama, mungkin hanya peringatan. Tetapi jika berulang kali, akun SILAB Mulia mahasiswa tersebut akan kami blokir sementara (banned), sehingga tidak diperkenankan meminjam aset kembali.”

Lebih dari sekadar sanksi administratif, Subur menekankan bahwa kebiasaan bertanggung jawab ini akan membentuk karakter mahasiswa.

"Ini mungkin hanya peringatan mendidik, ya. Tapi jika track record-nya buruk, riwayat peminjamannya buruk, ini bisa mengurangi tingkat kepercayaan kami kepada mahasiswa tersebut hingga dia lulus jadi sarjana," ujarnya sambil tersenyum. 

“Kami ingin membangun budaya tanggung jawab dan saling menjaga fasilitas bersama,” tambahnya.

Uji coba ini merupakan langkah awal sebelum SILAB Mulia diimplementasikan secara penuh. Dengan adanya sistem ini, diharapkan tata kelola pemanfaatan laboratorium di Fakultas Ilmu Komputer menjadi lebih modern, terkontrol, dan akuntabel.

(SA/Kontributor)


Galeri Foto