UM - Setelah resmi menyerahkan Sistem Informasi Laboratorium (SILAB) Mulia kepada Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) Universitas Mulia, Kamis (18/12/2025), Kepala Lab Subur Anugerah, S.T., M.Eng., bersyukur visinya untuk pengembangan platform berpeluang berlanjut di masa depan.
Baginya, serah terima ini bukanlah akhir dari sebuah proyek, melainkan titik awal dari sebuah transformasi layanan yang lebih luas di lingkungan kampus.
SILAB Mulia, sebuah platform digital berbasis QR Code dan dasbor real-time, kini menjadi sistem resmi yang akan digunakan untuk mengelola seluruh aset dan aktivitas di tujuh laboratorium FIKOM.
Sistem ini lahir dari ketekunan dan kolaborasi tim setelah melalui perjalanan panjang yang berawal dari sebuah kompetisi inovasi KILAB 2025, yang diselenggarakan Sumberdaya Dikti, Kemdiktisaintek.
Subur Anugerah mengungkapkan merasa rasa lega langkah pertamanya diterima oleh banyak pihak. Ia melihat momen ini sebagai validasi atas kerja keras dan dukungan yang ia terima dari berbagai pihak, mulai dari Dekanat hingga Rektorat.
"Alhamdulillah, rasanya lega dan bersyukur sekali. Melihat SILAB Mulia akhirnya bisa digunakan secara resmi oleh fakultas adalah kebahagiaan terbesar. Ini bukan hanya tentang sebuah aplikasi, tetapi tentang bagaimana kita bisa memberikan solusi nyata untuk masalah sehari-hari yang kita hadapi di laboratorium," ungkapnya.
Ia menambahkan, dukungan dari Dekan dan jajaran pimpinan adalah bahan bakar utama yang membuat proyek ini terus berjalan hingga selesai. Tanpa dukungan, mungkin SILAB hanya akan menjadi prototipe yang tersimpan di laptop.
Lebih dari sekadar alat bantu administrasi, Subur memiliki visi yang lebih besar untuk SILAB Mulia. Ia berharap platform ini dapat berevolusi menjadi sebuah pusat data intelijen (data intelligence hub) yang mampu memberikan wawasan strategis bagi fakultas dan universitas.
"Harapan terbesar saya adalah SILAB Mulia tidak berhenti sebagai sistem pencatatan saja. Ini adalah sebuah awal," ujarnya.
"Data yang terkumpul di dalamnya adalah emas. Kita bisa menganalisis aset mana yang paling sering dipinjam, jam berapa laboratorium paling padat, atau tren kebutuhan perangkat lunak di setiap semester. Ini adalah informasi krusial untuk perencanaan anggaran dan pengadaan aset yang lebih tepat sasaran di masa depan," jelasnya panjang lebar.
Menurutnya, ia melihat potensi pemanfaatan SILAB di luar lingkup laboratorium komputer. Ia berharap model yang telah terbukti berhasil ini dapat diadopsi dan diadaptasi oleh unit lain di Universitas Mulia.
“Bayangkan jika model SILAB ini bisa diterapkan di perpustakaan untuk peminjaman buku, atau di studio DKV untuk manajemen peralatan fotografi dan videografi. Pola kerjanya sama: manajemen aset, penjadwalan, dan pelaporan,” jelasnya.
Dengan sedikit penyesuaian, ia berharap, platform ini bisa menjadi solusi terintegrasi untuk seluruh universitas, mewujudkan efisiensi di berbagai lini layanan.
Ia menambahkan, sejalan dengan semangat Universitas Mulia untuk terus berinovasi dan menjadi pelopor dalam transformasi digital pendidikan.
Kehadiran SILAB Mulia, yang lahir dari inisiatif dan ketekunan seorang dosen. Inovasi terbaik seringkali datang dari pemahaman mendalam terhadap masalah di lapangan.
Keterangan foto: Foto bersama usai kegiatan serah terima SILAB Mulia kepada Fakultas Ilmu Komputer disaksikan Wakil Dekan Tri Sudinugraha, S.Kom., M.Kom., Kaprodi S1 Teknologi Informasi Agus Wijayanto, S.Kom., M.Kom., dan Kaprodi S1 Desain Komunikasi Visual Assaidatul Husna, S.Sn., M.Sn.. Foto: Dita
(SA/Kontributor)