Web Analytics

Laboran FIKOM Dilatih Hadapi Kebakaran Menggunakan APAR

Diperbarui: 10 Jun 2026

UM - Di tengah semakin tingginya ketergantungan kampus terhadap perangkat elektronik, jaringan komputer, dan berbagai peralatan berbasis listrik, aspek keselamatan kerja menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.

Kesadaran inilah yang mendorong Laboratorium Komputer Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) Universitas Mulia untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan personelnya dalam menghadapi potensi keadaan darurat.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kepala Laboratorium Komputer FIKOM bersama para laboran mengikuti Sosialisasi Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang diselenggarakan pada Senin (25/05/2026), di Halaman Parkir Gedung White Campus Universitas Mulia.

Kegiatan yang menggabungkan materi teori dan praktik lapangan ini diselenggarakan oleh Biro Sarana dan Prasarana Universitas Mulia bekerja sama dengan tim profesional dari CV. Servvo Balikpapan. Tidak hanya diikuti tenaga teknis dan laboran hingga petugas kebersihan kampus.

Dari Laboratorium Komputer FIKOM, kegiatan diikuti langsung oleh Kepala Laboratorium Komputer Subur Anugerah bersama dua laboran, yakni Ibeni Ilyas dan Muhammad Quddus.

Perwakilan CV. Servvo Balikpapan dalam sambutannya menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah preventif untuk meminimalkan risiko serta dampak kebakaran di lingkungan kampus.

Risiko tersebut tidak hanya berasal dari aktivitas manusia, tetapi juga dari penggunaan peralatan listrik, instalasi jaringan, laboratorium komputer, hingga kendaraan listrik yang kini semakin banyak digunakan.

Salah satu penyebab kebakaran yang paling sering terjadi, menurutnya, adalah korsleting listrik atau hubungan arus pendek. Kondisi ini terjadi ketika arus listrik mengalir melalui jalur yang tidak semestinya sehingga menimbulkan panas berlebih, percikan api, kerusakan perangkat elektronik, bahkan kebakaran.

Dalam sesi teori, peserta diperkenalkan pada berbagai klasifikasi kebakaran serta jenis APAR yang sesuai untuk masing-masing kondisi. Narasumber menjelaskan bahwa pemilihan jenis APAR yang tepat merupakan faktor penting dalam keberhasilan penanganan kebakaran tahap awal.

“APAR CO2 dan serbuk kimia kering (dry chemical powder) sangat cocok untuk kebakaran listrik atau kelas C karena bersifat non-konduktor. APAR jenis ini aman digunakan pada panel listrik, komputer, server, maupun perangkat elektronik lainnya tanpa menimbulkan kerusakan tambahan akibat residu cair,” jelasnya.

Materi tersebut menjadi sangat relevan bagi pengelola laboratorium komputer yang sehari-hari bekerja di lingkungan dengan konsentrasi perangkat elektronik yang tinggi. Kesalahan dalam memilih media pemadam justru dapat memperparah kerusakan peralatan dan membahayakan keselamatan pengguna.

Kepala Labkom Subur Anugerah mengatakan, pelatihan ini memberikan pengalaman berharga bagi laboran dan tenaga teknis kampus dalam memahami prosedur penanganan kebakaran secara benar.

Menurutnya, tugas laboran modern tidak hanya sebatas mengelola perangkat komputer dan mendukung kegiatan praktikum, tetapi juga harus memahami aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), termasuk kemampuan merespons keadaan darurat secara cepat dan tepat.

“Pelatihan ini merupakan bagian dari implementasi budaya K3 di lingkungan kampus. Keselamatan kerja bukan hanya tanggung jawab satu unit tertentu, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh sivitas akademika,” ujarnya.

Ia menambahkan, laboratorium komputer merupakan salah satu fasilitas kampus yang memiliki tingkat ketergantungan tinggi terhadap listrik dan perangkat elektronik. Oleh karena itu, kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi potensi gangguan dan keadaan darurat menjadi sama pentingnya dengan kesiapan fasilitas fisik.

“Laboratorium yang baik bukan hanya memiliki komputer yang berfungsi dengan baik, tetapi juga memiliki personel yang siap menghadapi berbagai risiko. Pengetahuan mengenai penggunaan APAR menjadi kompetensi dasar yang penting bagi laboran dan teknisi agar dapat melakukan tindakan awal sebelum bantuan profesional datang,” katanya.

Setelah sesi teori selesai, seluruh peserta mengikuti simulasi pemadaman api secara langsung menggunakan APAR. Dalam sesi praktik tersebut, peserta diajarkan teknik penggunaan APAR yang benar, mulai dari cara memegang tabung, mengarahkan nozzle, hingga posisi aman saat melakukan pemadaman.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta, termasuk para laboran, secara bergantian mencoba memadamkan api yang telah disiapkan sebagai bagian dari simulasi kondisi darurat.

Melalui kegiatan ini, Laboratorium Komputer FIKOM berharap seluruh laboran memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam penanganan awal kebakaran, sehingga mampu berkontribusi menciptakan lingkungan kerja dan pembelajaran yang aman, nyaman, serta tanggap terhadap potensi bencana.

Pelatihan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa investasi terbaik dalam pengelolaan laboratorium bukan hanya pada perangkat dan teknologi, melainkan juga pada peningkatan kompetensi sumber daya manusia yang mengelolanya.

Dalam situasi darurat, kesiapan manusia sering kali menjadi faktor penentu yang dapat menyelamatkan aset, fasilitas, bahkan nyawa.

Penulis: Subur Anugerah
 


Galeri Foto